LelakiI Pemabuk
Barja terus menyeret langkah kakinya. Kadang-kadang jempol kakinya membentur gundukan tanah dan membuatnya terjatuh. Ia hampir tak mampu membawa beban tubuhnya sampai di rumahnya. Tubuhnya terasa sangat lemas. Tenaga yang ia miliki hampir habis setelah mengadakan pesta miras dengan teman-temannya di sebuah café. Barja terus menyeret langkah kakinya. Angin malam yang menerpa tubuhnya tak dihiraukannya. Padahal, suasana malam itu sangat dingin. Mungkin pengaruh alkohol yang bersarang dalam tubuhnya membuat Barja tak kedinginan. Hanya rambutnya yang ikal dan gondrong seakan terusik terpaan udara malam yang santer. Tiba-tiba Barja merasakan sebuah pentungan mendarat pada bagian punggungnya. Barja tersungkur di tanah. Ia berusaha membalikkan tubuhnya sambil mengeram kesakitan. Ia melihat dua orang berdiri tegar dan gagah sambil memegang sebuah pentungan berukuran sekitar satu meter. Tapi Barja tak bisa mengenali kedua orang tersebut. Wajah mereka tertutup kain ala ninja. Penampilan ...